Pembunuhan Sadis di Sidoarjo Disebabkan SMS “Ayo Keluar Lagi Yank’ dari Korban ke Istri Pelaku

loading...

Setelah membaca SMS ponsel istrinya, Abu Dawud yang ditengarai menjadi otak pembunuhan Andi Prawangsa, langsung dibakar api cemburu.

Ayah seorang anak itu terus mencari keberadaan korban karena dianggap merusak rumah tangganya.

Lelaki berperawan kurus itu mengaku tidak tahu secara langsung kalau istrinya pernah jalan bareng atau berbuat yang lainnya.

Ia hanya mengetahui lewat SMS saja ditunjang dari beberapa rekan tersangka yang memberi tahu.

Apa isi SMSnya?” pancing Surya. “Ayo keluar lagi yank…,” ungkap Abu saat rilis berlangsung.

Dari SMS yang ada, tersangka menduga tidak sekali saja korban menemui istrinya.

Karena ada kata lagi, sehingga cemburu dan kemarahan tersangka langsung tersulut.

Perkenalan korban Andi dan istrinya diakui korban tidak tahu secara pasti.

Karena profesi istrinya tidak pernah ikut mengamen.

“Istri saya pengangguran dan waktu itu mencari pekerjaan,” jelas tersangka Abu Dawud.

Namun perkenalan korban dengan istrinya, diakui lewat temannya yang lain.

Sejauhmana hubungan korban dengan istrinya juga tidak diketahui tersangka. “Ya saya tahunya lewat SMS saja,” ungkapnya.

Korban dengan tersangka dalam mengamen tidak pernah satu grup atau satu kelompok saat ngamen atau cangkruk di tepi jalan.

“Saya tidak kenal dengan Andi,” jelasnya.

Dari rasa cemburu itu, tersangka bersama temannya yang lain termasuk Gofur mencari keberadaan Andi.

Rumah Andi terlacak oleh tersangka setelah mendapat informasi dari temannya yang lain dan rumah korban di Pepelegi didatangi.

Untuk menguak motif asmara ini, penyidik berencana memanggil istri Abu Dawud.

Namun kapan berlangsungnya pemanggilan dan pemeriksaan istri Abu Dawud, penyidik akan mengirim surat panggilan.

Tersangka Abu Dawud yang ditangkap saat mengamen di Pasar Sepanjang, Taman, Kamis (26/10) malam, diakui petugas cukup kuat.

Loading...

Ketika ditangkap, Abu tetap tidak mengaku kalau pernah membunuh atau menganiaya seseorang.

Setelah beberapa bukti seperti sprei, baju korban dan celana dalam korban ditunjukkan langsung lemas.

“Ia akhirnya mengakui kalau ia bersama 9 temannya yang lain menghabisi nyawa korban,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Sebelumnya, kasus tersebut terjadi di Geluran, Kecamatan Sidoarjo.

Pembunuhan itu dikuak Tim Subdit III Jatanras Polda Jatim.

Pembunuhan sadis di Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo mulai dikuak oleh Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Tim yang dipimpin langsung Kasubdit II Jatanras AKBP Boby Paludin Tambunan telah menemukan sosok mayat tanpa identitas di dalam sumur tua dengan kondisi dibeton.

Ketika ditemukan, kondisi mayat tinggal tulang belulangnya saja seperti tengkorak, tulang paha, betis, jari tangan, kaki (komplit).

Penyidik juga menemukan celana panjang dan kaos yang dipakai korban saat dibunuh pelaku yang kini masih dalam pencarian.

Menurut Kasubdit III Jatanras, AKBP Boby Paludin Tambunan, untuk mencari keberadaan mayat, petugas harus bekerja ekstra.

Karena Desa Geluran cukup luas, namun di sebelah barat rumah makan siap saji di Jalan Raya Geluran ada lahan kosong.

Dari indikasi lahan kosong itu, akhirnya petugas memfokuskan pencarin.

“Dari beberapa sumur yang ada, salah satunya ada sumur yang dibeton. Nah dari kecurigaan itu akhirnya kami bongkar ternyata isinya penuh dengan bongkahan bangunan (gragal),” tutur AKBP Boby, Kamis (26/10/2017).

Meski isinya gragal, petugas dibantu Tim DVI RS Bhayangkara terus mengeluarkan satu persatu.

Padahal kedalaman sumur yang mencapai 3,5 meter dengan diameter 60 cm membutuhkan waktu sekitar 3 jam.

Di sesi akhir, petugas menemukan tulang belulang manusia petugas menemukan tulang belulang manusia dan celana panjang dan kaos milik korban.

(Anas Miftakhudin)

Sumber:tribunnews.com

loading...
Loading...

3 thoughts on “Pembunuhan Sadis di Sidoarjo Disebabkan SMS “Ayo Keluar Lagi Yank’ dari Korban ke Istri Pelaku

Leave a Reply

Your email address will not be published.