Wajib Baca Nih Bu Ibu : Hidung Anak “Meler” Tidak Menandakan Ia Sakit Flu! Ternyata Beda “Warna Ingus”, Beda Juga Penanganannya

loading...

Ternyata, dengan melihat warna ingus sang bayi, kita bisa tahu bagaimana cara mengobatinya loh! Selain itu, jika seorang bayi pilek, bukan berarti dia sakit. Ya, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa jika bayi pilek artinya ia flu.

ngus

Cara membedakan lendir atau ingus yang keluar dari warnanya:

Loading…
1. Tidak berwarna (bening)

Kondisi tubuh dianggap normal jika lendir hidung bertekstur tipis dan bening. Setiap hari, rata-rata manusiamengeluarkan cairan hidung sekitar 0,5-1 liter untuk menjaga agar lapisan hidung tetap lembab dan menangkap partikel, seperti jamur, virus, bakteri, dan polutan.

2. Hijau

Ini adalah tanda terinfeksi bakteri. Jika ingus berwarna hijau disertai demam, maka kemungkinan itu adalah gejala bronkitis.
Tips: minum banyak air putih, tidak makan makanan pedas, dan sebaiknya membawa bayi untuk pemeriksaan regular.

3. Kuning

Ini adalah tanda infeksi sinus, umumnya ingus akan menjadi berwarna kuning gelap. Udara yang kering juga dapat menjadi penyebab ingus berwarna kuning. Tips: sebaiknya jaga kehangatan tubuh dan hindari kontak dengan serbuk, debu, rambut binatang, dan benda lain yang mudah menyebabkan alergi.

4. Ungu

Ingus berwarna ungu sangat jarang terjadi, karena umumnya warna ini muncul ketika seseorang menderita penyakit yang parah. Jika mudah kelelahan, kurang nafsu makan, pergelangan kaki bengkak, batuk terus-menerus, detak jantung tidak teratur, maka sebaiknya segera ke dokter, karena gejala tersebut adalah gejala gagal jantung kronis dan akut.

5. Bergelembung

Hal ini dapat disebabkan karena masalah pada bagian pencernaan, serta menderita pneumonia. Tips: dianjurkan agar menjaga kelembapan udara setiap saat, biarkan bayi minum banyak air putih.

6. Abu kehitaman

Jika ingus berwarna sangat gelap, maka hal tersebut dapat menandakan bahwa terlalu sering menghirup polutan atau asap, atau adanya infeksi sinus kronis atau jamur. Tips: jaga sirkulasi udara dalam ruangan

7. Merah atau pink

Loading...

Warna merah yang ada pada ingus berasal dari darah yang keluar akibat pembuluh darah yang rusak. Pembuluh darah ini terletak sangat dekat dengan permukaan pada bagian dalam hidung.

Bagaimana cara mengatasi hidung yang meler?

1. Menggunakan penyedot lendir (nasal aspirator) untuk bayi

Penyedot ini berbentuk seperti botol karet kecil dengan ujung plastik untuk penyedot, yang dibeli di apotik atau supermarket, gunakan merek khusus untuk bayi. Setelah selesai digunakan, langsung bersihkan agar alat ini tetap bersih dan higienis.

2. Kapas/handuk hangat

Ketika ingus terlalu lengket atau kering, maka bisa menggunakan handuk/kapas hangat dan mengusapkannya pada bagian dekat hidung.

3. Obat tetes NaCl atau larutan garam.

Larutkan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) untuk melembapkan saluran pernapasan bayi. Teteskan sekurang-kurangnya 3 kali sehari. Jika tidak ada larutan NaCl, bisa juga diganti dengan ¼ sendok teh garam yang dilarutkan ke dalam setengah gelas air hangat. Air garam (NaCl) bisa membantu mencairkan ingus dan melancarkan hidung yang tersumbat. Masukkan larutan tadi ke hidung bayi, cukup teteskan dua kali pada kedua lubang bayi.

4. Banyak minum air

Berikan banyak bayi cairan untuk mencegah dehidrasi. Hal ini sangat penting untuk menjaga bayi terhidrasi untuk mempromosikan drainase sekresi hidung dan menenangkan rongga hidung.

5. Uap air

Dengan menghirup udara uap, maka bisa meringankan ketidaknyamanan pada hidung meler. Selain itu, juga bisa membersihkan lendir berlebih yang menyebabkan bersin, membuat anak tidur lebih nyenyak, dan pulih lebih cepat.

Semoga artikel ini berguna! Yuk share ke teman-temanmu!

Sumber/foto/artikelasal:Www.berkabar.co

loading...
Loading...