Bikin Bangga! Inilah Para Penemu Muda Tanah Air, Nomor 3 Sungguh Tak Disangka!

Mendengar nama penemu, pasti yang terbayang ialah orang-orang tua yang berkacamata dan mereka semua berasal dari negara-negara maju.

Tapi tunggu dulu.

Kali ini penemu-penemu tersebut masih muda bahkan masih SMA dan semuanya berasal dari Indonesia.

Siapa mereka dan apa saja ciptaannya?

1. Dwi Nailul Izzah dan Rintya Aprianti Miki

intisari-online.com

Saat membuat penemuannya, kedua gadis cantik ini masih SMA dan merupakan peraih medali emas di Science Project Olympiad di Indonesia (ISPO).

Apa yang mereka buat?

Keduanya menciptakan pewangi ruangan.

Menariknya bahannya dari kotoran sapi.

Dengan cara fermentasi dan dicampur air kelapa, bau dari kotoran sapi ini berhasil dihilangkan.

Bahkan cukup wangi karena beraroma herbal.

Pewangi ruangan buata Dwi dan Rintya sudah meraih hak paten dan dijual dengan harga Rp 21.000 atau 2 US Dollar untuk 225 gram.

Bahkan penyegar udara ini mampu bersaing di International Environment Project Olympiad (INEPO) yang diselenggarakan di Istanbul, Turki.

2. Jerome Adriel Tjiptadi dan Edwin Julianto

intisari-online.com

Dua siswa SMA Santa Laurensia ini sepertinya mengerti masalah polusi udara.

Keduanya menciptakan sebuah masker dari tumbuhan lidah mertua (Agavaceae yang bernama latin Sansevieria). Tumbuhan hias ini memiliki fungsi mengurangi polusi udara.

Loading...

Keduanya terinspirasi dari informasi tentang kandungan zat pregnane glikosida yang mampu menyerap 107 polusi udara menjadi senyawa asam organik, gula, dan asam amino.

Bahan itulah yang menjadi dasar pembuatan masker. Kemudian sari atauekstrak hasil rendaman lidah mertua dimasukan ke dalam kain katun yang dijahit sedemikian rupa agar sesuai dengan masker penutup hidung dan mulut.

Penelitian yang memakan waktu empat bulan ini berhasil menjadi juara kedua Lembaga Karya Ilmiah Remaja 2014 dan membawa keduanya ke Festival Science di Edinburgh, Skotlandia.

Karya keduanya sudah diproduksi masal dan bisa digunakan oleh masyarakat luas.

3. Aristio Kevin Ardyaneira Pratama dan M. Iqbal Fauzi

intisari-online.com

Bukan sembarang penemuan, kedua anak SMA Negeri 3 Semarang ini membuat rompi antipeluru konvensional.

Beratnya hanya mencapai 3 kg.

Lebih ringan dibanding rompi antipeluru konvensional lainnya.

Bukan dengan bahan seperti baja tapi hanya menggunakan serabut kelapa.

Namun jangan salah.

Rompi ini diuji dengan peluru dari senjata jenis M-1911 Kaliber 0,45 inci dengan jarak 5 meter.

Ukuran rompi sekitar 15 cm x 15 cm dengan ketebalan 1,35 cm.

Keberhasilan keduanya membawanya pada ajang International Science Project Olympiad (ISPO) 2014 yang digelar di Jakarta.

Judul penelitian Artisto dan Iqbal berjudul “Stab Resistand and Ballistic Vest Made From Coconut Fiber”.

Harga satu rompi antipeluru ditaksir mencapai Rp800.000.

(Sumber: intisari-online.com/Mentari Desiani Pramudita)

Sumber:tribunnews.com- TribunStyle.com


loading...
Loading...