Hilang 3Bulan hilang Dikira Meninggal, Remaja Ini Ternyata Ada di Warnet, Kondisinya Mengejutkan!

warnet_20161114_075807

Seperti gadis asal  ini.Melansir People.com, Xiao Yun, hilang saat berusia 14 tahun dari kota asalnya, Hengdian.
Xiao Yun hilang selama 10 tahun dan dianggap meninggal oleh keluarganya.
Ternyata, gadis tersebut ditemukan di Hangzhou, yang hanya berjarak 160 km dari rumahnya.
Xiao Yun ditemukan oleh polisi setelah ketahuan menggunakan KTP palsu di salah satu warnet.
Menurut The Star, gadis tersebut merupakan penggemar video game CrossFire.
Ia sangat pandai memainkan game tersebut hingga pemain lain mau membayarnya untuk melihat Xiao Yun bermain.
Xiao Yun berkata bahwa ia telah tinggal dan mandi di warnet selama 10 tahun.
Ia bisa hidup dengan menjadi operator warnet.
Pemain game lain pun membantu menyokong kehidupan Xiao Yun.
Ketika ia tidak bekerja, makan, atau tidur, yang ia lakukan adalah bermain CrossFire.
Awalnya Xiao Yun mengaku pada polisi bahwa ia dibesarkan oleh kakek dan neneknya.
Namun kemudian ia mengakui kejadian sebenarnya.
Xiao Yun sempat bertengkar dengan orang tuanya.
Ia kemudian melarikan diri dari rumah, dan tidak kembali hingga 10 tahun.
Polisi memberinya denda sebesar 150 dollars (2 juta rupiah) karena memalsukan KTP.
Polisi kemudian menghubungi orang tua Xiao Yun.
Orang tua Xiao Yun sangat terkejut tiba-tiba mendengar kabar ternyata anaknya masih hidup.
Sang ibu berkata pada The Star, “Aku memiliki sifat keras kepala. Aku juga gampang terbawa emosi. Aku sering memarahinya dulu. Namun sekarang 10 tahun berlalu dan dia sudah dewasa. Aku tidak akan pernah lagi memarahinya.”
Mengharukan! 62 Tahun Menghilang, Kartu Pos Tahanan Nazi Ini Akhirnya Tiba di Alamat Tujuannya
Peristiwa mengharukan terjadi di Venezia, Italia pada hari Senin (24/10/2016) lalu.
Gimana nggak, sebuah kartu pos yang dikirim oleh seorang tahanan perang asal Italia dari kamp kerja paksa Nazi di tahun 1944 akhirnya sampai di tujuannya!
Yang lebih menariknya lagi, hal ini terjadi setelah serangkaian kebetulan yang aneh SMA tanpa sengaja menyandung kartu itu di pinggir jalan.
“Saya tidak tahu apakah ini contoh kasus kalau saya ‘orang yang berada di tempat dan waktu yang tepat’,” ujar Valentina kepada The Local.
Valentina melanjutkan, “Yang jelas, saya merasa sangat emosional ketika menemukan kartu pos ini.. apalagi saat saat melihat cap dengan elang Nazi, saya pun merinding.”
Valentina mengaku kalau kartu ini ia temukan saat ia berjalan pulang dari sekolah minggu lalu
Tanpa sengaja ia melihat kartu pos tergeletak di trotoar dan matanya pun langsung tertarik melihat kartu yang tampak tua dan usang ditambah adanya cap pos berlambang nazi.
Kartu pos ini ditulis pada tanggal 17 1944 oleh
Isi kartunya sendiri bisa dibilang begitu emosional mengingat alamat pengirimannya, rupanya berasal dari Wroclaw, Polandia, tempat di mana sebuah kamp konsentrasi Nazi Jerman berdiri.
Membaca isinya, hati Valentina terasa begitu sedih dan emosional.
Di dalamnya, Bianchi meyakinkan orangtuanya kalau ia baik-baik saja, namun ia tak akan bisa menghabiskan Natal di Faggeto Lario, kota kecil di Como, tempat keluarganya tinggal.
The Local
thelocal.it

“Orangtua saya tercinta, setelah keheningan panjang ini, saya ingin kalian tahu kalau saya sekarang dipindahkan ke tempat lain,” tulis Bianchi.
“Aku sekarang tinggal di pedesaan terbuka, saya juga punya banyak persediaan untuk makan, jadi jangan khawatir sama sekali ya ayah dan ibu. Aku sehat-sehat saja,” katanya.
Di dalam kalimat terakhirnya ia menuliskan, dirinya tidak akan mungkin kembali ke rumah selama perayaan Natal.
Untuk menutup tulisan di kartu pos tersebut, Bianchi menulis:
“Aku akan selalu dekat dengan ayah dan ibu walau tak bisa pulang… dan terakhir aku hanya bisa mengirimkan ciuman penuh kasih sayang untuk ibu dan ayah tercinta lewat kartu ini, aku percaya bahwa aku akan segera kembali ke kalian.”
Yang membuat hati Valentina kian terenyuh adalah saat ia melakukan riset kecil-kecilan, ia baru mengetahui di kamp konsentrasi tersebut, tidak ada yang lolos hidup-hidup selain tentara nazi sendiri.
Merasa kasihan dengan keluarga Bianchi yang tidak tahu keadaan anaknya di masa perang lalu, Valentina pun mengunggah gambar kartu tersebut di Facebook.
Setelah menjadi akhirnya satu-satunya kerabat dekat Bianchi yang masih hidup pun membalas postingan Valentina tersebut.
Orang tersebut adalah Romano Bianchi, adik sepupu Roberto Bianchi yang kini sudah berumur 74 tahun.
Ketika ia melihat surat ini, Romano menangis dan merasa begitu berterima kasih kepada Valentina karena telah menemukan kartu pos yang telah/menghilang ini.
Walaupun ibu dan ayah Roberto Bianchi sudah lama tiada, menurut Romano setidaknya pihak keluarga besar Bianchi kini merasa bahagia dan damai.
Kedamaian ini menurut Romano ia rasakan ketika dirinya bisa mengabarkan kepada keluarga besarnya, di masa-masa sulit perang, Roberto Bianchi masih sempat dan bisa mengirimkan kartu pos penuh kasih sayang untuk orangtuanya.
Hal ini terasa lebih mengharukan lagi mengingat Roberto dapat menulis pesannya dalam keadaan begitu mengenaskan saat disiksa dan dikerjapaksakan oleh tentara Nazi selama di kamp konsentrasi.
Wah, semoga Roberto Bianchi dipertemukan kembali dengan kedua orangtuanya di surga ya!

Loading...

loading...
Loading...