Demo 25 November Diduga Ingin Gulingkan Pemerintahan Jokowi

03-00

Polri diminta mewaspadai adanya agenda khusus dari kelompok ekstrem kanan yang akan menggalang aksi demo pada 25 November. Indonesia Police Watch (IPW) menduga kelompok ini akan mencoba menggunakan isu Ahok untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi setelah ditetapkannya Ahok sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Polri diharap tak sampai kecolongan mencermatinya. “IPW menilai, kenapa Ahok tidak ditahan akan dijadikan isu oleh kelompok ini untuk memicu kemarahan umat Islam,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/11).

Seharusnya, kata dia, setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka, publik patut memberi kesempatan kepada Polri untuk bekerja cepat menuntaskan BAP-nya agar bisa dilimpahkan ke kejaksaan, untuk kemudian disidangkan di pengadilan. Tugas publik, ormas Islam, pers dan komponen masyarakat saat ini adalah mengawal agar Polri profesional menuntaskan kasus Ahok. Presiden Jokowi sendiri sudah berjanji tidak mengintervensi kasus Ahok. Menurutnya, hal ini patut dihargai.

IPW melihat kesungguhan yang tinggi dari penyidik Polri untuk menuntaskan kasus Ahok. “Dipastikan, penyidik Polri tidak akan berani bermain-main dengan kasus Ahok, apalagi Kapolri sudah berjanji akan menuntaskan kasus ini,” kata Neta.

Loading...

Sementara itu, kata dia, Ahok tidak melakukan prapradilan sehingga Polri akan bisa makin cepat menuntaskan BAP-nya. Keputusan Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka adalah hasil gelar perkara yang berkeadilan dan memenuhi rasa keadilan publik serta berorientasi kepentingan NKRI.

Namun Neta menduga ada pihak yang mencoba memanfaatkan isu Ahok ini dengan menggalang isu demo 25 November dengan harapan bisa lebih besar dari demo 4 November. Neta menyebut isu yang mereka kumandangkan yakni ‘kenapa Ahok tidak ditahan’. “Isu ini hanya sasaran antara. Tujuan utamanya sesungguhnya ingin melakukan makar dan menjatuhkan pemerintahan Jokowi dan kemudian membawa sentimentil isu khilafah,” kata dia.

IPW menduga kelompok ekstrem kanan ada di balik semua ini. Untuk itu Polri perlu mencermati manuver di balik upaya penggalangan aksi demo 25 November ini agar NKRI tetap terjaga. Kapolri dinilai juga perlu segera mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kalangan ulama untuk menjelaskan bahwa Polri sangat serius dalam menuntaskan kasus Ahok dan akan secara cepat melimpahkan BAP-nya ke kejaksaan. Hal itu bertujuan agar tidak ada lagi ruang bagi kelompok ekstrem kanan untuk memanfaatkan isu Ahok, terutama untuk menggalang emosi umat Islam melakukan demo 25 November yang tujuan utamanya sesungguhnya untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. (epr/rep)


loading...
Loading...