Masalah Seksual yang Bikin Perkawinan Bubar

Bukan rahasia lagi bahwa hubungan seks yang teratur dan memuaskan adalah resep pasangan yang pernikahannya langgeng dan bahagia. Sebaliknya, gangguan pada kehidupan seks bisa membuat bahtera pernikahan kandas.

“Tak perlu disangsikan lagi bahwa seks penting bagi pernikahan yang bahagia,” kata Aline Zoldbrod, seks terapis dan psikolog.

Ada banyak hal yang bisa diupayakan suami dan istri agar hubungan seks yang sehat menjadi bagian dalam kehidupan perkawinan mereka.

Sesekali wajar jika ada masalah pada hubungan intim, tetapi jika gangguan semakin sering, sebaiknya dicari jalan keluarnya. Terlebih saat ini ada berbagai pilihan pengobatan untuk disfungsi seksual sehingga hubungan seks kembali berkualitas.

Berikut adalah beberapa gangguan seks yang jika dibiarkan bisa membuat perkawinan bubar.

– Tak mau mencoba hal baru
Setiap orang tentu ingin mencoba hal baru agar tak terjebak dalam rutinitas yang membuat jenuh. Demikian pula halnya dengan seks. Hubungan seks yang monoton dan mudah ditebak bisa mengurangi gairah dan rasa bosan.

Loading...

Munculnya kebosanan dalam hubungan seksual, jika berlangsung dalam waktu yang panjang dapat memberi dampak pada kepuasan seks. Komunikasikan dengan pasangan mengenai harapan dan keinginan dalam hubungan seks.

– Selingkuh
Fakta menunjukkan, perselingkuhan adalah alasan utama banyak pasangan bercerai. Pilihan untuk mempertahankan dan memaafkan pasangan, atau memilih berpisah ada di tangan Anda. Jangan hanya memikirkan logika, tapi juga perasaan Anda.

– Jarang bercinta
Tak sedikit pasangan suami istri yang hubungan seksnya bisa dihidung dengan jari dalam setahun. Jarang bermesraan dan berhubungan seks harus diakui bisa menimbulkan rasa kekosongan dalam diri. Ada kebutuhan yang tidak terpenuhi dan harapan yang tidak tercapai. Hubungan suami istri pun menjadi renggang.

– Komunikasi seksual buntu
Jika suami istri bisa mengomunikasikan masalah seksualnya, biasanya keduanya tidak menghadapi kesulitan berarti ketika mengomunikasikan masalah rumah tangga lainnya. Meski awalnya terasa sulit, kedua belah pihak harus mau membuka diri untuk mendengar dan menanggapi kebutuhan dan harapan pasangannya dalam hal seksual.

Sumber:SERAMBINEWS.COM 


loading...
Loading...