Menjijikkan, Pegawai Di Perusahaan Ini ‘Dipaksa’ Makan Belatung

tak-lampaui-target-pekerja-di-perusahaa-489c7f

Kamu harus banyak-banyak bersyukur karena tinggal di Indonesia. Meskipun kamu mengalami hari terberat atau tidak memenuhi target pemasaran, bosmu paling banter hanya akan memarahimu. Dan paling kejam dari semua itu adalah memaksamu untuk bekerja lembur memenuhi target. Berbeda lagi dengan di China, bila tak memenuhi target penjualan maka pegawai akan dipaksa memakan belatung. Hiiiyy!

Sebuah perusahaan penjualan di Hanzhong, provinsi Shaanxi, Tiongkok memberikan hukuman menjijikkan pada karyawannya. Hukuman tersebut berupa paksaan menyantap belatung dan minum alkohol ketika target penjualan tak terpenuhi.

Menurut China News Service, hukuman mengerikan ini terjadi di sebuah plaza di tengah kota Hanzhong. Sebanyak 60 orang karyawan dikumpulkan dalam sebuah rapat. Seorang saksi melaporkan bahwa sekelompok karyawan tersebut didatangi oleh pria yang membawa tas berisikan belatung, sumpit, mangkok, dan baijiu, minuman keras yang sangat kuat di Tiongkok. Pegawai yang gagal memenuhi target penjualan diharuskan menyantap belatung yang dicampur dengan minuman keras tersebut. Hoek!

Namun hanya terdapat 5-6 orang yang menerima hukuman menjijikkan tersebut termasuk satu orang wanita yang sedang hamil. Namun karena
alasan kehamilan, si wanita diberikan kelonggaran untuk tidak mendapatkan hukuman. Hukuman ini merupakan hukuman rutin bagi pegawai perusahaan tersebut setiap kali target gagal dicapai. Tak hanya belatung, sebelumnya karyawan pemasaran perusahaan ini juga dipaksa memakan cumi-cumi hidup bahkan semut.

Bos perusahaan, Cao, berkata bahwa pegawainya dengan sukarela menerima hukuman tersebut demi peningkatan produktifitas mereka sendiri. Meski Undang-Undang yang berlaku di China memberikan kompensasi atas segala kegiatan yang mengandung kekerasan fisik, kasus hukuman yang tidak biasa dan kejam jarang terjadi di China. Di masa lalu, hukuman bagi pegawai yang tidak produktif antara lain merangkak, menelan ramuan pahit, dan dipukul pantatnya.

Ahli hukum di China menyarankan bagi para korban untuk melaporkan pada pihak yang berwajib untuk mendapatkan kompensasi tertentu. Meski demikian jumlah kompensasi tidak bisa mengobati kekerasan fisik yang dialami oleh pegawai yang dihukum.


loading...
Loading...