Gantungan Alquran Mini Diobral di Kalangan

alquran-mini_20160716_094308

Melly, seorang mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang ini kaget bukan kepalang saat melihat sebuah gantungan kunci yang dipamerkan keponakannya. Ternyata gantungan kunci itu berupa Alquran berukuran kecil (mini) terbungkus bingkai (cangkang) keemasan berukuran 2×3 cm dan setebal lebih kurang 1 cm. Pada bagian atas bingkai terdapat hiasan merah yang sekilas membuat cantik tampilan bingkai tersebut.

Menurut Melly, gantungan kunci ini dibeli keponakannya dari seorang pedagang yang sering ada mangkal di pasar kalangan tak jauh dari lokasi sekolahnya. Pasar tersebut beroperasi setiap hari Jumat di Desa Lingkis Kecamatan Jejawi OKI.

Awalnya Melly tak curiga dengan gantungan kunci tersebut. Namun saat diteliti lebih seksama, diketahui banyak kejanggalan yang didapatkannya. Diantaranya, Surah Al-Fatihah yang lazimnya diletakkan di sebelah kanan sebagai permulaan Alquran, ternyata dalam gantungan tersebut diletakkan di sebelah kiri. Sementara untuk Surah An-Nas diletakkan di sebelah kanan.

“Saya kira itu Alquran utuh 30 juz, karena diawali dengan Al-Fatihah dan diakhiri dengan An-Nas. Rupanya setelah saya hitung surah yang ada Basmallah (kecuali At Taubah-red), ternyata hanya ada 63 surat,” ujarnya.

Ia pun mencoba membaca beberapa ayat yang familiar dalam Alquran bersampul cokelat tersebut. Menurutnya dari skema penulisan Arab sudah benar, namun ia tidak tahu persis surat apa saja yang hilang dan tidak ada dalam Alquran mini tersebut.

“Selain itu, biasanya Alquran mau besar ataupun kecil pasti ada identitas penerbit. Bahkan Alquran Istanbul (Alquran mini-red) pun masih dicantumkan penerbitnya. Tapi dalam Alquran mainan gantungan kunci ini sama sekali tidak dicantumkan asalnya darimana,” ungkap Melly.

Tak cukup sampai disini, Melly juga kaget saat mendengar berapa harga gantungan kunci Alquran mini tersebut dijual. Menurut pengakuan keponakannya, awalnya harga gantungan kunci tersebut Rp 10 ribu. Namun ditawar oleh anak-anak, Rp 8.000. Akhirnya si penjual mengobral harganya menjadi Rp 5 ribu kalau diborong. Alhasil banyak anak-anak yang membeli karena harganya murah.

Loading...

“Keponakan saya memang nggak tahu apa-apa, karena lihat yang dijual itu mainan kunci berisi Alquran, apalagi dibingkai emas, ia jadi tertarik. Saat tahu isinya aneh, langsung saya pinjam,” ungkapnya.

Kekhawatiran pun muncul dengan beredarnya Alquran ini. Jelas dari isi surat yang tidak lengkap, ditambah dengan susunan terbalik menurut Melly akan menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Apalagi yang beli kebanyakan anak-anak.

alquran-mini_20160716_094512

Alquran mini beserta bingkainya yang dijadikan gantungan kunci. Benda ditemukan dijual pedagang di sebuah pasar kalangan di OKI. (SRIPOKU.COM/ZAINI)

“Sampai saat ini mainan kunci berisi Alquran tersebut masih saya pegang, belum saya kembalikan kepada keponakan. Namun Wallahualam untuk yang lain, jika percetakannya sama, otomatis yang lain pasti sama juga,” ujarnya.

Ia meyakini jika gantungan kunci berisi Alquran mini tersebut masih dijual bebas, karena sempat diobral pada saat pasar kalangan. Yang jelas, ia sudah meluruskan persoalan ini kepada keponakannya jika sebenarnya Alquran itu baik dari penulisan maupun urutan dimulai dari kanan, bukan dari kiri. Dan untuk 1 juz Alquran terdapat 114 surat.

“Saya harap intansi terkait bisa peduli dan menanggapi ini isu yang serius. Karena besar kemungkinan Alquran ini masih dijual, saya khawatir ada misi terselubung dengan beredarnya Alquran ini,” jelas Melly.


loading...
Loading...