Hidupku “Hancur” Ketika Tahu Alasan Suamiku Selalu Menggunakan “ini” Ketika Kami”…..

70b46671a-1
Aku kenal suamiku disebuah acara perjodohan dan langsung jatuh hati karena pesonanya. Ketika itu suamiku bersikap acuh tak acuh, namun sikap itu juga yang membuatku semakin terpikat padanya sehingga akupun bersumpah dalam hati untuk menaklukannya!

Dengan tekad yang kuat dan usaha keras, akhirnya kami bertemu untuk kedua kali. Ketika itu kami didampingi oleh mak comblang kami dan demi jaga image aku sangat menjaga sikapku. Namun ketika pertemuan ketiga, kami hanya pergi berdua saja dan suamiku masih memperlakukanku dengan acuh tak acuh. Dengan berani aku bersikap selayaknya seorang pacar, mengandeng tangannya bahkan mencium pipinya hingga suamiku salah tingkah menghadapiku.
Setelah beberapa kali pergi ngedate, suatu hari kamipun melakukan hubungan intim. Suamiku sangat malu ketika itu, namun aku meyakinkannya sehingga akhirnya dia bisa relax dan mau melakukannya, hanya ia minta untuk menggunakan pengaman. Mengingat kami belum menikah saat itu, tentu saja aku setuju dengan permintaannya .
Namun demikian setelah kami menikah setahun, suamiku masih saja minta untuk menggunakan pengaman setiap kali kami berhubungan dengan alasantidak mau buru-buru punya anak karena masih muda. Ia mengatakan berbagai macam hal mengerikan yang terjadi jika kami punya anak, seperti tidak bisa tidur enak, jadi gendut dan jelek, tidak punya waktu romantis berdua, dan hal-hal lainnya hingga akupun jadi takut punya anak…

Tentunya hal ini tidak bisa diterima oleh orang tua kami, mereka terus memaksaku untuk segera punya anak. Dibawah tekanan orang tuaku dan orang tua suamiku, akhirnya akupun menyerah dan minta kepada suamiku untuk tidak menggunakan pengaman lagi agar kami bisa punya anak, akan tetapi suamiku tetap bersikeras dengan pendiriannya. Ia bahkan menolak untuk menyentuhku sama sekali!
Berbagai cara kulakukan untuk memaksa suamiku, mulai dari diam-diam membolongi kondom yang akhirnya ketahuan sampai mengancamnya untuk bercerai, tak ada satupun yang berhasil! Hingga akhirnya terpikir cara yang satu ini: pura-pura bunuh diri minum obat tidur yang sebenarnya hanyalah vitamin. Ketika itu aku menukar isi botol obat tidur dengan vitamin dan meminumnya di depan suamiku. Suamikupun segera menelpon ambulans dan langsung menyeretku ke wc untuk memuntahkannya. Aku menolak dan berkata bahwa apa artinya hidup jika tidak bisa punya anak, mendengar perkataanku suamiku langsung menyerah dan memelukku sambil berkata,”Please, cepet muntahin obatnya, aku akan kasih tau kenapa kita tidak boleh punya anak.” Dengan senang aku memberitahu suamiku bahwa yang kuminum hanyalah vitamin saja, iapun langsung mendorongku dan masuk ke kamar. Tak lama kemudian suamiku keluar dengan melemparkan sebuah surat pernyataan dokter di hadapanku. Ketika aku melihat isi surat tersebut duniakupun runtuh saat itu juga… Suamiku mengidap……
Ternyata suamiku sudah mengetahui hal tersebut 6 bulan sebelum kami bertemu pertama kali, dan ia terus menyembunyikannya hingga saat ini! Aku menangis amat keras, aku marah karena suamiku membohongi aku selama 2 tahun dan aku sangat takut bagaimana jika aku tertular?? Suamiku berlutut memohon agar aku tidak memberitahu siapapun akan hal ini. Aku mencintai suamiku, bahkan ketika aku tahu akan kenyataan yang mengerikan ini, aku tetap mencintainya. Akan tetapi aku tak tahu harus berbuat apa… Haruskah kuberitahu orang tuaku? Terlebih lagi, bagaimana dengan pernikahan kami?? Apakah aku harus melanjutkan pernikahan ini atau bercerai dengan orang yang kucintai?

Loading...

Nah Sobat Cerpen bagaimana menurutmu? Haruskah ia mempertahankan pernikahannya?

SUMBER : CERPEN


loading...
Loading...