Salut! Pedagang Asongan Ini Bangun Sekolah Gratis Dengan Biaya Sendiri

Berbuat baik memang sangatlah luas maknanya, terlebih untuk masyarakat yang kekurangan. Siapa sangka seorang pedagang asongan pun bisa memiliki niat dan tekat yang kuat untuk berbuat baik dimana terasa sulit dilakukan oleh orang-orang pada umumnya. Ini karena pedagang asongan bernama Nur Fadil tersebut mendirikan sekolah gratis di wilayah pinggiran Kabupaten Jember.

 

Ilustrasi

Pendirian sekolah gratis yang dilakukan oleh warga Dusun Manggis Desa Sukorambi ini dilatarbelakangi perjuangannya semasa kuliah dahulu. Di sela kesibukannya menjadi seorang mahasiswa, ia berusaha membiayai kebutuhan diri dan sekolahnya lewat berjualan di ruas jalan.

“Saya kuliahnya di UIJ (Universitas Islam Jember) Fakultas Hukum,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Selasa (22/11/2016).

“Saya tidak perlu malu berjualan asongan, bahkan saya tidur setiap harinya di gerobak asongan milik saya sendiri,” lanjutnya.

Loading...

Karena kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang jauh dan akses buruk menuju sekolah, banyak anak-anak di desanya yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 4 SD saja. Selain itu kurangnya dukungan para orangtua juga menjadikan anak tak mampu mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Melihat hal tersebut, Fadil kemudian mendirikan sebuah sekolah sederhana yang hanya beralaskan tanah dan berdindingkan anyaman bambu di daerah Sukorambi. Di sekolah sederhana tersebut, ia pun bekerja sama dengan sejumlah guru untuk mengajar ribuan muridnya yang sebagian besar merupakan kalangan tidak mampu.

“Sekarang sudah ada sekitar 36 guru di lima sekolah itu,” ungkapnya.

“Saya menggratiskan seluruh biaya pendidikan bagi seluruh siswa. Sementara gurunya saya beri uang pengganti transport 15 ribu per tatap muka,” pungkasnya.


loading...
Loading...