Kata-kata Terakhir Bryan Sebelum Tewas di Tangan Ibunda! Sungguh Mengharukan

ibu-bunuh-anak_20161124_151803

Siska Nopriana (23), tersangka pembunuh anak kandungnya, Bryan Aditya Fadhillah (4), mengaku menyesal.

Beberapa jam sebelum meninggal, sang anak sempat mengeluhkan rasa sakit di dadanya.

Di hadapan petugas PPA, sambil berlinang air mata, Siska menceritakan kata-kata terakhir yang sempat diucapkan anaknya.

“Bunda, dada adek sakit. Adek tiduk dulu yo bun,” ujar siska yang meniru kata-kata terakhir sang anak, Selasa (22/11/2016).

Itu ternyata kata-kata terakhir. Bryan tak pernah bangun lagi.

Sambil berurai air mata, Siska menceritakan, dia sempat memberikan air asam jawa untuk mengobati dada sang anak sebelum anaknya itu tidur.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Bryan pun tidur, tetapi biasanya putra kecilnya itu hanya tidur 30 menit.

Namun setelah dia mencoba membangunkan sang anak tak ada respon. Dia pun merasa curiga saat sang anak tidur tak bangun lagi.

“Biasanya bangun jam 12, setelah saya banguni tidak bangun-bangun,” ujarnya sambil menunduk dan menangis.

Dari situlah, akhirnya Siska mendatangi SPKT Polresta Palembanguntuk melaporkan suaminya atas kasus KDRT.

Atas kesigapan petugas yang curiga dari pernyataan korban terungkaplah kasus tersebut.

Pihak Polresta pun langsung mendatangi TKP dan mendapatkan Bryan sudah dalam keadaan meninggal di Jalan Lubuk Bakung No 86 Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

“Saya menyesal, pak. Sumpah. Tak ada niat saya untuk membunuh anak saya,” ujar dia sambil menangis.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede mengatakan awal dari pengungkapan pembunuhan anak ini yakni saat Siska datang ke SPK Polresta Palembang untuk melaporkan kekerasan dalam rumah tangga.

Namun, di sela memberikan keterangan, Siska membuat petugas SPK curiga hingga akhirnya Siska mengakui dirinya telah membunuh anak semata wayangnya itu.

“Tim langsung ke TKP, setelah sampai di rumah tersebut, Bryan tengah terkapar di tempat tidur, dengan posisi tidur menyamping,” ungkap dia.

Setelah dicek, tubuh Bryan sudah kaku dan saat dibuka pakaiannya, tubuh Bryan penuh dengan luka lebam dan luka kecil.

Diketahui Siska seringkali memukul anaknya setelah ribut dengan sang suami, Salbani.

Padahal baru 3 bulan lalu, Salbani rujuk dengan istrinya setelah menikah selama tiga tahun.

“Dari pengakuan tersangka, Bryan seringkali dipukuli. Bukan hanya dipukul, korban juga sering ditendang dan digigit,” kata Marully.

Polresta Palembang kini masih menyelidiki keterlibatan Salbani dalam kasus tersebut, dan juga memeriksa adanya pihak lain.

Karena itu, saksi-saksi selain tetangga sekitar juga sudah diperiksa.

Tersangka dikenakan pasal l 44 ayat 3 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT atau pasal 80 ayat 4 UU RI nomor 36 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 20 tahun.

“Motif yang dilakukan pelaku yakni tak lain sebagai pelampiasan emosi yang kesal terhadap suaminya yang sering memukulinya sehingga pelaku tega menganiaya anaknya,” kata dia.

Marully menjelaskan antara pelaku dan suami sempat pisah ranjang tahun 2014 namun rujuk awal Febuari 2016.

“Mereka ini sering cekcok dan anaknya menjadi sasaran,” ungkap dia.

Sementara jenazah Bryan sudah dimakamkan kemarin.


loading...
Loading...