Viral di Medsos, Dua Tahun Meninggal, Jenazah Kepala Desa Ini Masih dalam Keadaan Baik

Kematian adalah peristiwa yang tak dapat ditolak oleh manusia.

Dari tanah kembali ke tanah, mungkin itulah kalimat yang pas untuk makhluk ciptaan Tuhan.

Setelah meninggal ternyata tubuh bakal mengalami proses biologis dengan penghancuran diri sendiri.

Penghancuran tubuh manusia tersebut terjadi di dalam tanah.

Semua organ yang memiliki fungsi metabolisme saat kita hidup, akan membusuk satu per satu.

Suatu waktu tubuh hanya meninggalkan tulang belulang.

Bicara soal jenazah yang sudah dikubur, berikut ini ada kisah yang belakangan viral di media sosial Malaysia.

Dikutip TribunSolo.com dari Sinar Online, Jumat (25/11) sekelompok warga sedang melakukan kerja bakti dengan menggali kembali kuburan di Pemakaman Islam Kampung Serkat Barat, Malaysia.

Diberitakan, kubuan-kuburan di Pemakaman Islam Kampung Serkat Barat digali untuk membuat jalan baru dari Permas ke Tanjung Piadari Permas, Malaysia.

Pekerjaan penggalian makam ini dipimpin langsung oleh Kantor Agama Derah dibantu lembaga terkait.

Penduduk desa juga dikerahkan dalam pekerjaan ini.

Loading...

Tetapi saat menggali kuburan, mereka terkejut lantaran menemukan dua jenazah yang tak membusuk.

Kondisinya pun masih sempurna, demkian dilaporkan Sinarharian.com.

siakapkeli.my

Rupanya salah satu jenazah yang ditemukan itu ialah mantan kepala desa yang dikenal sebagai Abdullah Ahmad.

Sedangkan satu jenazah lainnya identitasnya tak diketahui secara pasti.

Ia diketahui meninggal tahun 2014 namun jenazahnya masih dalam kondisi bagus berbalutkan kain kafan.

“Kebanyakkan jenazah sudah membusuk, namun jenazah mantan kepala desa yang meninggal dunia pada tahun 2014 lalu masih dalam balutan kain kafan,” kata Penghulu Mukim Serkat, Roslan Bohari, kepada Kosmo.

Tak disangka, kisah jenazah kepala desa yang tak busuk setelah dua tahun dikubur ini viral di media sosial Facebook.

Termasuk foto-foto jenazahnya yang diunggah di laman Facebook.

Sementara itu, penggalian makam ini sudah berhenti dilakukan. (*)

Sumber:tribunnews.com


loading...
Loading...