Gawat! Bendera China Mulai Berkibar di Kepulauan Indonesia Ini, Apa Yang Terjadi?

diturunkan_20161126_134547

Negara China sedang melebarkan sayapnya ke Indonesia, mungkin hal yang mulai berkmbang di masyarakat ini bukan lagi sekedar isu.

Terbukti, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi. Dimana bendera Republik Rakyat China sempat berkibar di Pulau Obi, Ternate, Maluku Utara, Jumat (25/11/2016).

Seperti diberikatan CNN Indonesia, Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Dispenal Kolonel Laut Heddy Sakti, mengatakan masyarakat dan aparat yang melihat keadaan itu langsung meminta agar bendera tersebut segera diturunkan.

“Semua masyarkat langsung minta diturunkan karena itu melanggar UU. Penurunan itu setelah adanya dialog, perusahaan juga langsung minta maaf,” kata Heddy kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (26/11/2016).

Peristiwa pengibaran bendera asing di tanah air itu, menurut Heddy, merupakan bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1958 tentang Lambang Negara.

Saat itu, Bendera China itu juga dikibarkan sejajar dengan bendera Merah Putih. Bahkan, menurut Heddy, bendera China memiliki ukuran yang jauh ebih besar ketimbang Merah Putih.

Heddy mmemaparkan, bendera China itu berkibar di dua tempat di Pulau Obi yakni di Dermaga dan lokasi peresmian Ground Breaking Ceremony Projek Smelter PT Wanatiara Persada sekitar pukul 10.00 WITA.

Menurut Heddy, masyarakat yang melihat pengibaran bendera itu sangat terkejut dan meminta agar segera diturunkan.

Setelah terjadi berdialog dengan perusahaan itu, bendera dengan dasar warna merah tersebut kemudian diturunkan sesuai prosedur dengan tidak sampai menyentuh tanah.

PT. Wanatiara Persada yang bertanggung jawab atas kejadian itu meminta maaf karena pengibaran pengibaran bendera China itu. PT Wanatiara Persada merupakan perusahaan yang bergerak dibidang tambang nikel di Halmahera Selatan.

Loading...

Sementara, seperti dilansir dari Tribunnews, kronologis pengibaran bendera ini awalnya diketahui oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kemudian memaksa agar bendera itu diturunkan.

15192509_608126426038342_2327684575487476777_n

Informasi yang diperoleh, di hari itu pada pukul 08.30 Wit, telah tiba Kapal Motor Sumber Raya 04 yang menangkut rombongan gubernur dan perwakilan Forkopimda Maluku Utara.

Saat kapal itu merapat, muncul informasi tentang pengibaran bendera RRC yang posisinya sejajar dengan bendera Indonesia di sampingnya. Namun untuk ukuran, bendera China itu lebih besar dari Merah Putih.

Namun sebelum kapal KM Sumber Raya 04 itu merapat, rupanya sudah sempat terjadi insiden dan ketegangan ketika sekelompok wartawan yang tengah meliput melihat keberadaan bendera tersebut dan berupaya untuk menurunkan sendiri bendera tersebut.

Upaya sekelompok wartawan ini sempat dihalang-halangi, baik oleh karyawan lapangan perusahaan tersebut dan oleh Kapolres Halmahera Selatan, dengan alasan agar bendera itu diturunkan sendiri oleh orang China supaya tidak terjadi permasalahan yang lebih besar.

Selanjutnya, Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi acara untuk mendesak agar bendera itu diturunkan.

Namun sampai di lokasi, bendera itu ternyata sudah sedang dalam sedang proses penurunan oleh petugas Security PT Wanatiara Persada.

Berikutnya, sekitar pukul 09.00 Wit ketika Pasintel Lanal Ternate melakukan investigasi dengan menemui kepala sekuriti PT Wanatiara Persada, muncul laporan bahwa di dermaga juga ada bendera serupa yang belum diturunkan.

Berdasarkan laporan itu, Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sersan Satu (Sertu) Marinir Agung Priyantoro untuk berangkat ke dermaga dan menurunkan bendera tersebut. Proses penurunan ini diikuti pula oleh Kasi Intel Korem 152 Babullah.


loading...
Loading...