Kronologi FPI Bubarkan 13 Laki-laki Pesta Ala Gay di Apartemen Kalibata City

Pengerebekan 13 pria yang diduga sedang pesta gay oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) terlihat dalam akun Facebook Front Pembela Islam.

Di akun tersebut menjelaskan kronologi detik-detik pengerebekan tersebut.

Sesuai dengan penelusuran Warta Kota, di akun Facebook Front Pembela Islam menyatakan bahwa Laskar FPI Bubarkan Ajang Pestra Mesum di Kalibata City

Laskar FPI Bubarkan Pesta Mesum 

Ajang pesta seks yang diikuti oleh sekelompok pria penyuka sesama jenis dibubarkan oleh laskar FPI Mawil Jakarta Selatan di apartemen Kalibata City lantai 7 unit D. 07 CF, Kalibata, Jakarta Selatan pada Sabtu malam (26/11).

Menurut penuturan Raihan, salah seorang laskar yang turut dalam aksi penggrebekan tersebut, dirinya mendapat informasi dari salah satu grup Whatssap messenger perihal adanya ajang super bejat tersebut.

Untuk menelusuri kebenaran info yang ia terima itu, Raihan atas komando pimpinan (wali) LPI Jakarta Selatan segera mengkroscek ke lokasi dan diikuti oleh puluhan laskar lainnya.

Sampai di apartemen yang dimaksud, Raihan memberanikan diri menuju ke tower Damar dan menuju kamar yang diduga menjadi tempat pesta maksiat tersebut.

“Saya langsung masuk ke apartemen Kalibata City menyamar dan bertemu dengan adm pembuat acara seks party di apartemen tersebut di tower Damar”. Cerita Raihan kepada redaksi Tim News FPI.

Awalnya panitia penyelenggara curiga dengan kehadiran Raihan karena sempat mengira bahwa Raihan adalah seorang anggota kepolisian.

Namun setelah meyakinkan pihak admin akhirnya ia dapat melewati serentetan pengamanan khusus dari penyelenggara menembus ke TKP dengan diantar oleh seorang admin acara.

“Selanjutnya saya bernegosiasi agar bisa masuk TKP dan tidak lama saya diantar ke LT.7 unit D.07CF”. Ungkap Raihan melanjutkan ceritanya.

Betapa kagetnya Raihan saat memasuki lokasi ruangan acara, ternyata pesta seks yang terjadi ketika itu bukan pesta seks biasa, melainkan aksi “jeruk makan jeruk secara berjamaah”.

Didapatinya puluhan pria yang sebagian besar tak mengenakan sehelai kainpun tengah melakukan permainan yang mengandung unsur pornoaksi ala kaum gay.

“Saat masuk ruangan tersebut hampir semua orang yang ada di TKP dalam keadaan tanpa busana dan hanya menutupi kemaluan mereka dengan tangan. Ternyata mereka sedang memainkan game sex homo”. Katanya menambahkan.

Menyaksikan pemandangan yang menjijikkan itu, ia merasa risih dan seketika memasuki toilet sembari menghubungi rekan-rekan sesama laskar agar segera menangkap basah para pelaku aksi mesum itu, namun rombongan laskar tak kunjung tiba dan ia mendapat kabar bahwa mereka mengalami kesulitan untuk menuju lokasi karena ketatnya penjagaan.

“Saya merasa jijik dengan situasi tersebut lalu saya menuju ke toilet, di dalam (toilet) saya menunggu laskar lainnya kenapa tidak ada yang masuk untuk menyusul saya di dalam dan ternyata semua pintu masuk ke TKP super safety dan menggunakan akses seorang Kapolsekpun menyerah untuk masuk tempat tersebut”. Imbuhnya.

Hampir 15 menit lamanya Raihan bertahan di dalam kamar mandi. Akhirnya saat keluar, permainan para kaum homo itupun sudah selesai dan diantara mereka sudah mengenakan pakaiannya masing-masing.

“Setelah kurang lebih 15 menit saya di toilet saya keluar dan semua orang yang ada di TKP sudah menggunakan busana tapi masih ada yang saling cium bercumbu dll”. Ungkap Raihan.

Setelah itu, Raihan kemudian memutuskan untuk keluar ruangan. Tapi saat berbicara dengan seorang tim penyelenggara, ia kembeli menyaksikan dua orang pria pasangan gay secara bergantian masuk ke dalam kamar mandi dengan keadaan tanpa busana.

“Pada saat saya bicara ada dua orang keluar dari kamar menuju toilet dalam keadaan telanjang secara bergantian.” Kata Raihan.

Tak lama kemudian Raihan keluar ruangan dan menuju ke lobby apartemen dengan diantarkan olartemen dengan diantarkan ol
eh salah satu penyelenggara dan sesampainya di lobby pintu keluar, ia langsung menyerahkan panitia acara tersebut kepada laskar yang sudah siaga di bawah.

Akhirnya rombongan laskar FPI yang telah menunggu di lantai bawah. Kemudian atas bantuan security dapat menempuh jalur akses menuju lokasi ajang pesta seks para kaum homoseksual tersebut.

“Sesampainya kami sampai di TKP semua orang yang ada di dalam sudah rapi mengenakan busana siap untuk pulang tetapi laskar langsung menangkap para pelaku dan mengumpulkan mereka tetapi ada beberapa yang berhasil melarikan diri”. Ujar Raihan.

“Lalu kami mengintrogasi pelaku dan mengumpulkan bukti sampai Polsek Pancoran datang”. Pungkasnya.

Sedikitnya ada 13 pelaku yang berhasil ditangkap oleh laskar FPI dan diserahkan ke pihak aparat kepolisian Polsek Pancoran.

Berdasarkan data Polsek Pancoran, pelaku yang ditangkap antara lain:

1. D B. Jakarta, 03 Nov 1982. Alamat Pesona Anggrek Harapan Bekasi Utara.

2. I B. Ambon 22 Jan 1977. Alamat komplek Meruya selatan Kec. Kembangan.

3. M B , Ujung pandang 31 Maret 1994. Jl. Lembah bahari

4. M. F F. Jakarta, 17 okt 1996. Johar baru.

5. A M, Bogor 09 Mei 1997. Kota Bogor Selatan.

6. M I . Jakarta 19 April 1989. Klender Kec. Duren sawit.

7. V R. Pakuweru 13 peb 1997. Pakuweru jaga V Kel. Pakuweru kec. Tenga.

8. R V. Jkt 04 Oktober 1994. Pisangan Baru Kec. Matraman Jakarta Timur.

9.M T. Banjarnegara 09 Peb 1993. kec. Pagentan.

10. S (HIV) Klaten 30 Mei 1984 . Jarimulyo Kec. Pedan.

11. K I. Bogor 03 agustus 1994 . Cimande kec. Caringin.

12. M F I . Jkt 28 april 1967 Kp. Setu tengah . Ds sinarsari kec. Dramaga.

13. Y Y. Jakarta 31 Januari 1995 Cilandak.

Ketiga belas pelaku diamankan beserta barang bukti berupa satu buah kondom beserta 6 unit handphone milik admin group acara pesta seks bertajuk “Big X Family” tersebut.

Sumber:tribunnews.com


loading...
Loading...