Fotografer Terkejut Saat Lihat Hasil Fotonya, Coba Perhatikan Dibalik Deretan Eceng Gondok

 

Fotografer ini terkejut saat melihat hasil jepretannya.

Bahkan, dia bersyukur tak terjadi apa-apa saat dirinya mengambil gambar tersebut.

Seorang fotograger tentu akan mencari lokasi yang memiliki pemandangan yang indah dan menarik untuk dijadikan sebagai tempat memotret.

Tempat seperti pegunungan, padang rumput, gedung tua kerap dijadikan tempat berfoto ria oleh para fotografer.

Bahkan ada beberapa fotografer yang mencari tempat yang penuh tantangan dan bisa dibilang ekstrem.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menghasilkan foto yang indah dan beda dari yang lainnya

Seperti yang dilakukan fotgrafer wanita asal Rusia ini.

Dilansir dari laman Dailymail, fotografer bernama Julia Sundukova ini menjelajahi Taman Nasional Andasibe, Madagaskar untuk mencari tempat yang menarik untuk dijadikan objek fotonya.

Saat itu, ia memotret sebuah pemandangan yang memperlihatkan tumbuhan rawa berupa eceng gondok, dan juga rerumputan.

Tidak ada yang spesial dari foto yang dihasilkan Julia ini, mungkin semua orang juga bisa mengambil foto yang serupa.

Tapi, siapa sangka bahwa foto hasil jepretan Julia ini membuat dirinya kaget dan takut.

Sekilas foto tersebut tidak ada yang unik dan menarik, lantaran hanya meperlihatkan tumbuhan rawa berupa eceng gondok dan rerumputan.

Namun, jika anda lebih jeli lagi dalam melihat foto tersebut, maka anda akan menemukan sesuatu yang sedang bersembunyi di balik tumbuhan eceng gondok.

Daily Mail

Fotografer berusia 37 tah7 tah
un ini cukup terkejut setelah melihat hasil fotonya ternayata ada hewan pemangsa yang bersebunyi tidak jauh dari dirinya saat mengambil foto.

Hewan tersebut adalah buaya nil yang merupakan satu diantara hewan yang mematikan bagi manusia.

Buaya nil yang bersembunyi diantara tumbuhan eceng gondok ini memiliki ukuran yang sangat besar, beruntung Julia tidak menjadi santapannya saat itu.

Daily Mail

Buaya nil sendiri diketahui sering menyerang manusia, bahkan hewan tersebut dikenal sebagai pemangsa daging manusia.

Pada bulan Maret tahun 2015 lalu, sekelompok wisatawan asal Inggris yang tengah berada di atas perahu di sungai Zambezi, antara Zambia dan Zimbabwe tiba-tiba diserang buaya nil, dan seorang pria pun digigit bagian kakinya.

Fotografer Ini Menyimpan Kameranya di Tebing Greenland, Gambar yang Mereka Tangkap Mengejutkan

Seorang fotografer dan kelompoknya yang nongkrong di dekat gletser.

Mereka mengumpulkan rekaman dari time-lapse, mereka telah diposisikan di sekitar lingkaran Arktik selama tujuh tahun terakhir.

Mereka juga melakukan pengambilan gambar untuk film dokumenter.

Namun, sementara mereka berharap bisa menangkap fenomena di lokasi tersebut, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Loading...

Dikutip dari laman WIttyfeed, sebelumnya tak pernah terbayangkan sepotong es berukusan besar dari gletser bergeser ke kanan laut di depan mata mereka.

Lihat keindahan mengerikan ini dalam cerita mereka.

Kembali pada tahun 2008, Adam LeWinter dan Jeff Orlowski melakukan perjalanan ke daerah terpencil Barat Greenland untuk mengambil gambar apa yang sekarang sudah ada dalam sejarah.

 

Sebagai acara calving gletser terbesar yang pernah ditangkap di film.

Gambar itu menayangkan gerakan massa es, bukan batu atau bahkan tanah.

Acara calving di Ilulissat Icefjord ini berlangsung selama durasi 75 menit.

Acara tersebut merupakan acara terbesar yang pernah difilmkan.

Film ini dikenal sebagai ‘Chasing Ice’.

Gletser mundur satu mil penuh, di bibir tebing yang lebarnya mencapai lima kilometer.

Volume keruntuhan rupanya 7,4 kilometer kubik.

Bongkahan es itu berukuran tinggi sekitar 3.000 kaki, atau 300-400 kaki di atas air.

Sama seperti beberapa kali lebih tinggi dari gedung pencakar langit di New York City.

 

Gabungan sesuatu yang ajaib dan mengerikan bukan?

Sepotong es itu bahkan diumpakana berukuran sebesar Manhattan.

Itu memasukkannya ke dalam perspektif, membayangkan itu sebagai bagian bawah Manhattan Island.

Tiba-tiba, semua bangunan yang baru mulai bergemuruh, dan gempa, dan mengelupas, jatuh, dan berguling-guling.

Benar-benar bencana geologi belum pernah terjadi sebelumnya.

Film ini telah memenangkan lebih dari 30 penghargaan di festival di seluruh dunia, termasuk, penghargaan Excellence di Sinematografi di Festival Film Sundance 2012 dan Dokumenter Terbaik dari Press Association International.

Ini videonya:

 

Sumber:tribunnews.com


loading...
Loading...