Ternyata Inilah Alasannya Mengapa Umat Muslim di Myanmar Dibantai

05-00

Loading...
Mungkin Anda sudah sering atau pernah mendengar berita mengenai Muslim di Myanmar yang dibantai. Tetapi, sampai sekarang masih banyak orang yang tidak tahu betul mengapa Muslim di Myanmar dibantai. Ini alasan mengapa Muslim Myanmar dibantai, rupa-rupanya ada konflik agama dan banyak orang yang juga mengatakan hal yang sama. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai berita tersebut dan apakah benar ada pembantaian di Myanmar terkait orang-orang Muslim yang tinggal di sana.
 
Bagi yang Belum Tahu, Ini Alasan Mengapa Muslim Myanmar Dibantai!
Indonesia sendiri mayoritas penduduknya beragama Islam atau dengan kata lain adalah seorang Muslim. Presiden kita saja beragama Islam dan seorang Muslim, di Negara kita ini jelas bahwa kita harus saling menghormati kepercayaan orang lain meskipun berbeda, dan jangan sampai terjadi konflik agama seperti yang terjadi di Myanmar. Di Indonesia ada 6 agama yang diakui, yaitu Islam, Hindhu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu, selain itu kita juga punya ideologi Pancasila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mendukung toleransi antar agama. Lalu bagaimana dengan Negara Myanmar? Mengapa sampai ada berita pembantaian Muslim di Myanmar.
Di Myanmar bisa dikatakan Muslim adalah agama minoritas, dan masyarakat dunia dibuat terperangah saat ada kasus pembantaian besar-besaran kaum Muslim disana yang disebut etnis Muslim Rohingya. Bahkan di internet banyak beredar foto-foto pembantaian tersebut yang menggemparkan masyarakat Internasional. Menurut berita-berita yang beredar, ada banyak kasus pembantaian dan ada juga masyarakat etnis tersebut yang tidak punya tempat tinggal lagi dan harus tinggal di penampungan karena konflik agama ini. Lalu apa alasan Muslim Myanmar dibantai?
Dalam beberapa sumber berita di internet, seorang tokoh biksu nasionalis Wirathu mengungkapkan alasan konflik agama yang terjadi di Myanmar. Alasannya adalah karena takut Myanmar akan seperti Negara Indonesia setelah agama Islam masuk pada abad ke-13 dan akhirnya berhasil menyebar dan menjadi agama mayoritas pada akhir abad ke-16 khususnya di pulau-pulau besar dan utama. Lanjutnya, Muslim Myanmar dengan uang dan menjadi kaya akan menikahi perempuan Buddha Burma sehingga mereka akhirnya masuk Islam dan akhirnya menyebarkan agama tersebut. Akhirnya, tokoh tersebut ditahan dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara setelah divonis bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim dan akhirnya mendorong terjadinya kerusuhan konflik agama.
Seharusnya manusia memiliki hak untuk memilih agama yang ingin dianut dan orang-orang dengan kepercayaan lain bisa tetap toleransi meskipun kepercayaan dan keyakinannya berbeda satu sama lain. Jika memang agama yang baru masuk dan menjadi mayoritas, mestinya itu bukan menjadi alasan suatu pembantaian dibenarkan. Biarlah hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk semakin memperkuat toleransi antar agama agar berita semacam kasus pembantaian Muslim Myanmar tidak terjadi di tiap Negara.
Foto-foto Pembantaian Muslim Myanmar Hanya Hoax, Benarkah?
Berita mengenai pembantaian yang terjadi di Myanmar rupa-rupanya membuat banyak foto yang menampilkan akibat kejamnya pembantaian tersebut. Banyak orang mati, tidak hanya dewasa namun anak-anak juga ikut dibantai. Tetapi menurut beberapa sumber berita yang ada di internet, foto-foto yang tersebar tersebut hanyalah hoax alias berita palsu. Sampai sekarang tidak ada yang tahu apakah foto-foto yang ditampilkan itu benar-benar foto kejadian perkara pembantaian Muslim di Myanmar ataukah foto-foto kejadian lain.
Inilah alasan mengapa Muslim Myanmar dibantai dan berita-berita lain yang mengikutinya.

loading...
Loading...