Sempat Heboh Soal Jasad Kepala Desa yang Masih Utuh Setelah Dikubur 2 Tahun, Ini Dia Cerita Sebenarnya

jasad_20161128_131708

Sempat heboh jasad Kepala Desa masih utuh setelah dimakamkan beberapa tahun.

Tapi rupanya, seperti ini kisah yang sebenarnya.

Beberapa hari lalu, dunia maya dihebohkan dengan foto jasad mantan Kepala Desa yang masih utuh walau sudah dikubur selama dua tahun.

Seperti dilansir dari malaysiandigest.com, itu merupakan jasad dari Kepala Desa Mukim Serkat, Bohari Roslan.

Beliu wafat pada tahun 2014 silam.

Foto itu menjadi viral dan menarik perhatian ribuan netizen.

“Sebagian besar sisa-sisa mantan Kepala Desa, masih sempurna dan utuh dalam kain kafan pemakaman,” begitu keterangan yang ditulis.

Namun, mantan Imam Masjid Kampung Sungai Durian, Masdar Mat Badron (67) dengan cepat membuat klarifikasi soal foto tersebut.

Itu normal, tidak ada yang mengherankan. Cuma ceritanya saja yang ditambah-tambah,” jelasnya.

Mat Badron merupakan seorang yang sering terlibat dengan kerja penggalian dan pemindahan kuburan di Pemakaman Islam Kampung Serkat Barat.

Pengerjaan pemindahan makam di Pontian, Johor, Malaysia itu dimulai sejak Senin lalu.

Menurut Masdar, dia sangat terkejut setelah mengetahui tentang kisah jenazah yang diduga masih dibalut kain kafan meski sudah lama dimakamkan.

Kisah itu menjadi viral di media sosial Kampung Sungai Durian.

Apa yang dikatakan memang benar. Tetapi kisahnya dilebih-lebihkan.

Loading...

Sebenarnya kondisi jenazah masih dalam balutan kafan itu sesuatu yang normal bagi yang dimakamkan tidak lebih dari 10 tahun.

Masa saya tidak ingat apa yang terjadi.

Kubur mantan kepala kampung Abdullah Ahmad merupakan kuburan yang pertama sekali digali dari sekitar 109 kuburan yang akan dipindahkan tempo hari.

Mayat juga sudah mulai membusuk.

Kondisi itu normal.

Setelah diangkat, mayat diletakkan atas kain baru, mungkin gambar itu yang diambil dan disebarkan di media sosial,” katanya ketika ditemui di Kampung Sungai Durian.

Masdar berkata demikian saat diminta keterangan tentang foto jenazah yang diduga masih dalam balutan kafan di media sosial sejak beberapa hari lalu.

Masdar yang juga Mantan Kepala Desa Area 6 Sungai Durian, memberitahu almarhum merupakan teman baiknya yang meninggal pada tahun 2014 akibat sakit tua.

Saya sudah biasa dengan pekerjaan menyiapkan jenazah, karena sebelum menjadi imam saya adalah tukang gali kubur di sini.

Tidak ada apa-apa yang mengherankan, tetapi ceritanya sudah berlebihan.

Sehingga membuat semua orang bertanya apa yang telah terjadi sebenarnya,” katanya.

Badron melanjutkan, dia meminta semua yang terlibat dengan pekerjaan penggalian dan pemindahan kuburan tidak menyebarkan foto jenazah di media sosial.

Hal itu dikhawatirkan akan menjadi aib bagi yang meninggal dan keluarganya.

Sumber: tribunnews.com


loading...
Loading...