Pria Bantul Ini Ubah Mobil Pribadinya Jadi Ambulans Desa, Ia pun Tak Pernah Pungut Biaya dari Warga

 

Terpanggil untuk membantu sesama, seorang warga Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul menyulap Mobil Suzuki Carry tahun 1986 miliknya pribadi menjadi Ambulans Desa.

Hebatnya, selama ini pemilik mobil tersebut tak pernah memungut biaya sepeserpun dari warga yang meminta diantar berobat.

Adalah Djubarso, Sang pemilik mobil Ambulans Desa itu. Saat ditemui dikediamannya, Djubar sapaan karib Djubarso tampak bersahaja.

Mengenakan kaus putih kombinasi lengan hijau bertuliskan GOLEK, dan memakai celana pendek biru kombinasi putih, ia duduk di atas kursi teras rumahnya, lalu menceritakan awal mula mobil pribadinya yang kemudian dijadikan Ambulans Desa.

“Sebenarnya Ambulans Desa milik saya ini sudah beroperasi lama, sejak tahun 90-an. Kalau niat awal memang sengaja mobil ini untuk keperluan-keperluan sosial, buat membantu sesama,” jelas pria paruh baya yang kulitnya mulai keriput ini, Selasa (29/11/2016).

Sebagai mobil ambulans, Ambulans Desa milik Djubar bebas digunakan semua kalangan. Bahkan selama ini ia mengaku tak pernah mematok tarif bagi warga yang ingin menggunakan mobil Ambulans Desa.

Loading...

“Seringnya saya yang nyopir sendiri. Tapi kalau ada warga yang mau makai, dan sudah ada supirnya saya persilahkan untuk membawa sendiri mobil ini,” tambahnya.

Untuk membiayai operasional Mobil Ambulans Desa, Djubar mengaku mengeluarkan uang pribadinya.

Hal itu semua dilakukannya karena keterpanggilan jiwa sosial, sementara untuk pengganti biaya yang ia keluarkan, Djubar serahkan sepenuhnya pada tuhan.

“Tapi ya terkadang ada warga yang habis makai, terus datang ke rumah bawa oleh-oleh. Pernah ada yang sampai bawa pisang ke rumah sebagai tanda terimakasih,” ujarnya.

Kini telah 26 tahun Mobil Suzuki Carry 1986 miliknya digunakan sebagai Ambulans Desa. Djubar tak lagi tahu telah berapa orang yang pernah diantarnya untuk berobat.

“Terkadang ada yang tengah malam jam 01.00 gedor-gedor pintu rumah, minta tolong diantar ke Puskesmas atau rumah sakit. Ibu-ibu hamil juga pernah saya antar pakai mobil ini,” kenangnya. (*)

Sumber:tribunnews.com


loading...
Loading...