Kejagung Menilai Perbuatan Ahok Penuhi Unsur Pasal Penistaan Agama

57cd643308cde-ahok-ikuti-sidang-lanjutan-gugatan-cuti-kampanye_663_382Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah selesai memeriksa kasus Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama dan siap melimpahkannya ke pengadilan.

Menurut analisa Kejagung, pidato Ahok di depan masyarakat Kepulauan Seribu yang menyinggung soal Al Maidah ayat 51 akan dikenakan dakwaan Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP.

“Fakta yang diteliti menggambarkan perbuatan yang dilakukan yaitu memenuhi unsur Pasal 156 dan 156 a KUHP,” kata Jampidum Noor Rachmad dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016), dikutip oleh detik.com.

Begini bunyi Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP yang diduga telah dilanggar oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok :

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa

Loading...

“Oleh karena itu tim bekerja siang malam dan menuntaskan dan menyelesaikan. Secara resmi telah P21 atau lengkap formil dan materiil,” ujar Noor Rachmad.

Sebelumnya polisi memiliki pendapatan bahwa kasus Ahok juga melanggar UU ITE tetapi hal ini disanggah oleh Kejagung karena Ahok tidak memiliki unsur melakukan pelanggaran UU ITE.

Ahok sudah meminta maaf atas perbuatannya yang sudah menyakiti umat Muslim Indonesia. Ahok pun siap menerima hukuman dan menyatakan bersedia untuk menghadapi sidang terbuka nanti.

Ahok berkomitmen untuk tetap menjalani proses hukum dan akan mengajukan banding apabila dirinya dinyatakan bersalah.

“Saya tidak mau banyak berkomentar jauh. Saya tidak tahu. Nanti kita buktikan saja di pengadilan,” pungkasnya.


loading...
Loading...