Ibu Asal Tasikmalaya Ini Hampir Melahirkan Bayi Kembar Siam di Kamar Mandi

Ibu-Asal-Tasikmalaya-Ini-Hampir-Melahirkan-Bayi-Kembar-Siam-di-Kamar-Mandi-cover-2Sepasang bayi kembar siam perut lahir dari seorang ibu yang berasal dari Tasikmalaya. Adalah Erni (32) yang merupakan istri dari Haeruman (44) yang berprofesi sebagi buruh jahit. Kedua pasangan ini berasal dari Kampung Kahuripan, Madiasari, Cineam, Tasikmalaya.

Kedua bayi tersebut memiliki nama Fatimahtun Zahra dan juga Fahimatun Nisa. Keduanya lahir pada Selasa (29/11/2016) di sebuah RSUD Dr. Soekadjo di kota Tasikmalaya. Sang ibu sebelumnya sempat akan melahirkan di kamar mandi rumah. Tetapi, ada sesuatu yang mengganjal sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit tersebut. Haerum mengaku saat istrinya melahirkan, dirinya sedang pergi membeli pakan ayam.

“Sempat akan melahirkan di rumah, di kamar mandi, tapi alhamdulilah bisa ditolong tetangga dan dibawa oleh bidan puskesmas ke rumah sakit. Saya waktu istri melahirkan sedang berada di luar membeli pakan ayam,” terang Haeruman seperti yang dilansir di Kompas.com saat ditemui awak media pada Kamis (1/12/2016) di RSU Tasikmalaya.

Saat ini, kedua bayi kembar siam perut tersebut masih berada di RSU Tasikmalaya. Menurutnya, kelahiran yang dialami oleh istrinya ini sama persis dengan kejadian sebelumnya saat melahirkan dua bayi laki-laki kembar dengan proses perslainan yang sangat mendadak.

Haeruman menerangkan jika sebelumnya sang istri rutin untuk melakukan perawatan di bidan ataupun dokter yang terdapat di daerah Cineam. Dan saat melakukan pemeriksaan rutin tersebut, Haeruman dan istri tahu jika anak yang masih di dalam kandungan tersebut adalah kembar. Namun, karena tidak mempunyai biaya, pasangan ini tidak pernah melakukan USG sebelumnya.

Loading...

Kedua bayi kembar pasangan yang berasal dari Tasikmalaya ini sekarang masih berada di dalam sebuah incubator dengan ukuran yang cukup besar. Keduanya juga masih menggunakan alat bantu pernafasan. Jika dilihat secara sekilas, wajah Fatimahtun tampak pucat dan warnanya membiru. Beda dengan Fahimatun yang terlihat segar meski pernafasan sedang mengalami gangguan.

Menurut Dokter Mahbub yang menangani bayi kembar siam perut tersebut, saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun. Karena ini masalah yang sangat serius sekali, akan dilakukan pemeriksaan secara khusus. Namun Dokter Mahbub memastikan jika kedua bayi kembar siam tersebut memiliki jantung yang berbeda. Saat ini, keudanya masih dirawat secara intensif karena masih kritis.

Rencananya, jika kondisi kedua bayi kembar siam perut tersebut sudah membaik akan dibawa ke RSHS Bandung untuk dilakukan pemisahan.

“Harus sehat dulu kondisinya, baru kami bawa ke RSHS Bandung untuk dilakukan pemisahan. Hanya saja memang saat ini masih kritis kondisinya dan memang harus dilakukan di sana, kalau biayanya sendiri kurang lebih mencapai Rp 100 juta. Tetapi bapaknya katanya memang orang kurang beruntung, saya harap beliau mengurus segala persyaratannya saja agar bisa meringankan bebannya,” papar Dokter Mahbub.


loading...
Loading...