Dedi Mulyadi Minta Maaf Gara-gara Foto Seakan Pegang Paha Siswi

004219400_1416306385-Krisdayanti_dan_Aurel

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta maaf atas postingan di Twitter yang kemudian mengundang beragam komentar dari netizen. Ketika itu, dia mengunggah foto yang seakan-akan memegang paha seorang siswi SMP yang ditegur Deddy karena memakai kerudung, tetapi bercelana sobek-sobek.

“Saya hanya tunjukkan yang tidak sesuai (berjilbab tapi menggunakan celana sobek), tujuannya untuk pendidikan. Tapi jika langkah saya memberikan pendidikan itu dianggap keliru, saya memohon maaf dan saya akan hapus postingan itu,” kata Dedi melalui pernyataan tertulis, dikutip dari Antara, hari ini.

Foto tersebut diunggah Dedi ke Twitter @DediMulyadi71 pada Selasa (29/11/2016) sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika itu, pelajar putri tersebut mengendarai kendaraan bermotor tanpa menggunakan helm dan dilengkapi surat-surat resmi.

Umumnya netizen salah paham karena hanya fokus pada tangan Dedi yang seakan-akan memegang paha pelajar tersebut.

Dedi menjelaskan kejadian tersebut berawal ketika dia inspeksi pelaksanaan program vokasional yang mengharuskan para pelajar mendampingi orangtua bekerja di Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Dalam perjalanan, Dedi melihat seorang anak perempuan mengendarai kendaraan roda dua tanpa mengenakan helm. Kemudian, dia memberhentikan anak tersebut.

Ketika dihampiri, anak perempuan itu malah menangis sambil menutup wajahnya. Kemudian bupati melontarkan pertanyaan kepadanya, tetapi justru dijawab dengan tangisan.

“Saya tanya dia, kenapa tidak membantu orangtua bekerja (terkait program pendidikan vokasional), justru naik motor, tidak pake helm lagi. Tapi pelajar itu justru menangis saat ditanya,” katanya.

Dedi saat itu juga memperhatikan pakaian yang dikenakan pelajar tersebut. Dia merasa heran karena pakaian yang dikenakan tidak selaras. Pelajar tersebut mengenakan jilbab sekaligus celana ripped jeans.

“Saya memahami itu mode, tetapi menurut saya tidak jelas, tidak sinkron antara jilbab dengan celananya (yang sobek-sobek),” kata dia.

Melihat keganjilan cara berpakaian pelajar itu, Dedi kemudian menunjukannya kepada guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan dan warga yang kebetulan menemani Dedi dalam kegiatan inspeksi.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan atas ketidaksesuaian pakaian yang dikenakan oleh pelajar.

“Saya hanya tunjukan bagian yang tidak sesuai itu, tujuannya untuk pendidikan. Tetapi apabila langkah saya memberikan pendidikan itu dianggap keliru, saya meminta maaf dan saya akan hapus postingan itu,” kata dia.


loading...
Loading...