Akun Ini Bagikan Pengalaman Naik Gunung Cikuray, Netizen Ingatkan Tragedi Neng Reni di Tahun 2009

gunung-cikuray_20170104_160522

Bagi Anda yang gemar melakukan pendakian ke gunung Indonesia pasti sudah tak asing lagi dengan Gunung Cikuray.

Ya, gunung yang berada di wilayah Garut, Jawa Barat ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi para pendaki lho.

Selain pemandangannya yang indah, Cikuray juga menyediakan berbagai cerita menantang bagi para pendaki.

Berbagai cerita seru juga kerap dibagikan oleh para pendaki.

Salah satunya oleh akun Instagram @urban.hikers berikut ini.

Cerita itu mengangkat kisah seorang netizen bernama Cepi Setiawan.

Ini ceritanya:

“Pada awal tahun 2016 tepatnya pd tgl 1 januari 2016,saya & rombongan yg berjumlah 10 orang melakukan pendakian Gunung Cikuray jalur Bayongbong.

Pada jam 11 siang kami pun akhirnya sampai di basecamp lalu melakukan persiapan & memulai pendakian, di awal2 pendakian track masih dalam perkebunan penduduk namun track nya cukup curam & terjal

Jalur Bayongbong ini merupakan jalur yg paling pendek tetapi jg jalur yg paling terjal dari semua jalur yg ada di gunung Cikuray.

Sampai pos 2 kami pun memutuskan untuk beristirahat ngopi menghangatkan tubuh karena ketika itu cuaca cukup dingin & berkabut, dari pos 2 kami beristirahat cukup lama lalu melanjutkan perjalanan dari pos 2 ke 3,track sudah mulai memasuki hutan,ketika itu pula hujan turun lumayan lebat.

Pd saat itu posisi saya paling depan &diikuti di belakang saya adalah Cita,satu2nya cewek dalam rombongan. .

Tak terasa ketika itu hari mulai gelap kami pun menyiapkan alat penerangan masing2, ketika saat itu pun saya menanyakan keadaan Cita apakah kondisinya baik2 saja & apa perlu istirahat sejenak namun kata yg keluar dari mulutnya adalah dia masih cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan & inginkan tetap lanjut.

Lalu kami pun tetap melanjutkan perjalanan tak lama dari itu seketika Cita terjatuh & tergeletak kondisi badanya dingin & menggigil lalu respon cepat saya ketika itu langsung memberikannya kayu putih & jaket agar membuat tubuhnya hangat,kondisi Cita sendiri masih dalam keadaan sadar &masih bisa bergerak kecil ketika itu saya belum tau apakah itu merupakan gejala hypotermia atau bukan.

Kami pun memutuskan untuk berkemah di tempat yg terdekat karena keadaan yg tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Siang hari kami turun menuju basecamp dan setelah melewati beberapa pos kami beristirahat di pos 2 kami mengobrol dgn salah satu penjaga pos yaitu Mang Ekek beliau sempat bercerita tentang hilangnya pendaki perempuan di gn cikuray yg sampai saat ini belum di temukan kejadian itu terjadi tahun 2009 silam.

Kami cukup lama mengobrol dgn mang ekek lalu tiba2 Cita memotong pembicaraan kami. Dia bercerita bahwa sebenarnya dia mempunyai kemampuan yaitu bisa melihat makhluk halus, kemampuan itu didapatnya dari kemampuan Ayahnya

Loading...

Dia bercerita banyak atas apa yg telah terjadi pd saat pendakian kemarin dia bercerita bahwa pd saat kita mendaki kami telah diikuti oleh sesosok nenek2, sesosok nenek tsb terus mengikuti kita sampai mengawasi di tempat kita berkemah kemarin hingga subuh.

#urbanmistery Narasumber : cepisetiawan20 Cerita Lengkapnya > www.facebook.com/urbanhikersmagazine/posts/839711949465262:0 < . Pada awal tahun 2016 tepatnya pd tgl 1 januari 2016,saya & rombongan yg berjumlah 10 orang melakukan pendakian Gunung Cikuray jalur Bayongbong. . Pada jam 11 siang kami pun akhirnya sampai di basecamp lalu melakukan persiapan & memulai pendakian, di awal2 pendakian track masih dalam perkebunan penduduk namun track nya cukup curam & terjal, jalur Bayongbong ini merupakan jalur yg paling pendek tetapi jg jalur yg paling terjal dari semua jalur yg ada di gunung Cikuray. Sampai pos 2 kami pun memutuskan untuk beristirahat ngopi menghangatkan tubuh karena ketika itu cuaca cukup dingin & berkabut, dari pos 2 kami beristirahat cukup lama lalu melanjutkan perjalanan dari pos 2 ke 3,track sudah mulai memasuki hutan,ketika itu pula hujan turun lumayan lebat. Pd saat itu posisi saya paling depan &diikuti di belakang saya adalah Cita,satu2nya cewek dalam rombongan. . Tak terasa ketika itu hari mulai gelap kami pun menyiapkan alat penerangan masing2, ketika saat itu pun saya menanyakan keadaan Cita apakah kondisinya baik2 saja & apa perlu istirahat sejenak namun kata yg keluar dari mulutnya adalah dia masih cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan & inginkan tetap lanjut. . Lalu kami pun tetap melanjutkan perjalanan tak lama dari itu seketika Cita terjatuh & tergeletak kondisi badanya dingin & menggigil lalu respon cepat saya ketika itu langsung memberikannya kayu putih & jaket agar membuat tubuhnya hangat,kondisi Cita sendiri masih dalam keadaan sadar &masih bisa bergerak kecil ketika itu saya belum tau apakah itu merupakan gejala hypotermia atau bukan. . Kami pun memutuskan untuk berkemah di tempat yg terdekat karena keadaan yg tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. . Siang hari kami turun menuju basecamp dan setelah melewati beberapa pos kami beristirahat di pos 2 kami mengobrol dgn salah satu penjaga pos yaitu Mang Ekek beliau sempat bercerita tentang hilangnya pendaki perempuan di gn cikuray yg sampai saat ini belum di temukan kejadian itu terjadi tahun 2009 silam. (lanjutan di kolom komentar)

A photo posted by INDONESIA RAYA (@urban.hikers) on

Cita mengungkap mengapa kemarin dia tidak mau keluar dari tenda karena dia takut oleh sesosok nenek tsb yang terus mengawasinya

Cita juga berbicara soal dia terjatuh tergeletak dan menggigil itu bukan karena kelelahan atau pun hypotermia itu karena dia telah melihat sesosok penampakan yg terbang lalu melayang kencang menghampirinya

Dia bercerita kalau melihat sesosok penampakan yg baru di liat reaksi nya akan ketakutan & menggigil Mang Ekek pun mengiyakan bahwa terdapat sosok penunggu di Gunung Cikuray yaitu sesosok nenek& kakek2 yg merupakan sesepuh Gunung Cikuray.

Kami cukup lama mengobrol dengan Mang Ekek sehingga lupa akan tujuan utama yaitu turun kembali ke basecamp hari mulai sore kami pun melanjutkan perjalanan turun & berpamitan kepada Mang Ekek.

Cuaca pd saat itu hujan yg membuat track licin ketika itu hari mulai gelap banyak teman2 rombongan terpeleset jatuh karena keadaan jalan track yg licin karena diguyur hujan.

Saya yg berada diposisi paling depan diikuti oleh Cita dan teman2 dibelakang saat itu menyampaikan ke Cita agar tangannya berpegangan pada tas kecil yg di pasang dibelakang keril saya agar dia tidak terpeleset jatuh namun reaksi Cita ketika itu hanya diam & menundukan kepala kebawah

Selang beberapa lama kemudian terasa ada beban yg berpegangan ke tas kecil, saya sontak melirik kebawah kiri yg disoroti oleh headlamp terlihat bayangan kaki sedang berjalan,saya pikir itu adalah Cita yg berpegangan kepada tas kecil di belakang.

Setelah itu saya pun terus berjalan dengan sorotan headlamp yg membantu pencahayaan, selang beberapa lama saya berhenti dan masih merasakan beban yg berpegangan pada tas kecil yg dipasang di belakang keril saya saat itu

Langsung saya menengok membalikan badan ke belakang ternyata justru tidak ada satu orang pun di belakang & yg saya liat justru Cita & teman yg lain jauh dibelakang sekitar 15 m

sontak saya pun kaget mempertanyakan siapa tadi yg berepegangan ke tas kecil yg dipasang di belakang keril karena yg saya rasakan jelas2 ada yang berpegangan.

Setelah itu saya pun menunggu teman yg lain di belakang & berlaga seolah tidak ada kejadian apapun tadi.”

Setelah itu kami semua sampai di basecamp sekitar jam 7 beristirahat lalu melanjutkan pulang ke Bandung.

Seorang netizen ada yang membenarkan soal kejadian di tahun 2009.

Sumber: tribunnews.com


loading...
Loading...