Dua Pilot Susi Air Terindikasi Gunakan Narkoba, Pengawasan Penerbangan Dipertanyakan

tes-urineBelum lama ini publik dihebohkan dengan kabar pilot Citilink yang diduga mabuk. Terlebih lagi, beredar video pilot tersebut jalan sempoyongan dan menjatuhkan barang-barang bawaannya.

Kali ini, pilot Susi Air yang menjadi sorotan. Dua pilot asing dari Susi Air terindikasi positif menggunakan narkoba. Hal ini terungkap ketika Badan Narkotika Nasional (BNN) Cilacap melakukan pemeriksaan urine kepada pilot yang baru mendarat di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap ini, pada Rabu (11/1/2017).

Untuk memastikan hasil tes urine ini, kedua pilot tersebut diwajibkan menjalani tes lanjutan di kantor pusat BNN di Jakarta.

“(Tes di Cilacap) itu kan hanya tes sementara, menggunakan narco test atau rapid-test. Tapi kalau pendalaman kan harus ada tes konfirmasi dengan menggunakan laboratorium, tiga sampai empat hari setelah pemeriksaan,” tutur Kepala Humas BNN Slamet Pribadi, dilansir BBC Indonesia.

Hingga kini, Maskapai Susi Air belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan penggunaan narkoba oleh kedua pilotnya tersebut.

Kasus pilot mabuk dari maskapai Citilink dan adanya dugaan penggunaan narkoba oleh pilot dari maskapai Susi Air ini tentu memunculkan tanda tanya besar mengenai pengawasan penerbangan di Indonesia.

Loading...

Shadrach Nababan, pilot senior Garuda Indonesia, menyebutkan bahwa pemerintah harus melakukan sesuatu untuk memastikan keamanan penerbangan di Indonesia.

Bukan hanya kondisi pesawat yang akan diterbangkan, kondisi kesehatan kru pesawat sebelum dan sesudah terbang juga harus menjadi perhatian.

Sementara itu, Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus Soebagio, menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dan memberikan sanksi untuk tiap pelanggaran.

Pemeriksaan intensif juga harus dilakukan untuk mengetahui kondisi pilot. Pilot yang terindikasi positif menggunakan narkoba harus menjalani pemeriksaan mendetail di Balai Kasehatan Penerbanagan Ditjen Perhubungan Udara maupun Badan Narkotika Nasional.


loading...
Loading...