Gunakan Buruh Cina Ilegal, 68 Perusahaan Dapat Sanksi dari Kemenaker

tka-ilegalKementerian Ketenagakerjaan melakukan penindakan tegas terhadap buruh ilegal asal Cina dan perusahaan yang menggunakan tenaga mereka.

Sedikitnya, 68 perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja ilegal asal Cina sepanjang tahun 2016 lalu ini akan dikenakan sanksi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja kementerian Ketenagakerjaan, Maruli Apul Hasoloan, menuturkan bahawa pihaknya akan memberikan sanksi pada pekerja dan perusahaan yang memanfaatkan tenaga mereka.

Dari 68 perusahaan yang terjaring ini, lebih dari 50 persen diantaranya merupakan perusahaan yang berada di sektor industri kontraktor.

Bagi pekerja ilegal, sanksi yang diberikan berupa deportasi. Sementara itu, perusahaan akan dikenai sanksi pidana.

“Kurang lebih ada 68 perusahaan dari seluruh Indonesia. paling banyak dari luar Jawa,” ungkap Maruli di Jakarta, Kamis (12/1/2017) dilansir cnnindonesia.com.

Maruli menambahkan, ancaman pidana untuk perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal berupa hukuman penjara selama 1-4 tahun dan denda sebesar Rp 100-400 juta. Hukuman ini sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Loading...

Selanjutnya, untuk menghindari kasus ini terulang, pihaknya juga akan meningkatkan peranan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Dalam peningkatan tersebut, pihak kepolisian, ketenagakerjaan, imigrasi, dan Pemerintah Daerah, juga akan ditingkatkan perannya.

Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja asing asal Cina yang resmi dan terdaftar berjumlah 19.260 orang hingga Oktober 2016. Jumlah ini meningkat 15 persen dari tahun 2012 yang hanya 16.731 orang.

Selain Cina, tenaga kerja asing resmi yang banyak bekerja di Indonesia berasal dari Jepang, Korea Selatan, India, dan Malaysia.

Hingga Oktober 2016 lalu, terdapat 11.268 pekerja asal Jepang, 7.920 pekerja asal Korea Selatan, 4.602 pekerja asal India, serta 3.820 pekerja asal Malaysia.

Jika dibandingkan dengan pekerja asing dari negara-negara lainnya, bisa dibilang tenaga kerja asal Cina memiliki jumlah terbanyak.


loading...
Loading...