Luhut Panjaitan : Kalau PSSI Aja Pelatihnya Bisa Asing, Kenapa BUMN Harus Ribut?

luhut-jokowiSecara mengejutkan Presiden Joko Widodo menggulirkan wacana untuk mengangkat orang asing menjadi pemimpin di beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara.

Rupanya rencana tersebut juga mendapat dukungan dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

“Presiden bilang kita sedang memikirkan CEO BUMN orang bule. Kalau pelatih Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) saja bule, tidak ada yang ribut. Kan ini men-challenge. Kalau orang Indonesia tidak bisa, ya kita kasih saja bule,” ucap Luhut, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi tantangan bagi para profesional di Indonesia sehingga tidak patut untuk diributkan. Luhut bilang, Indonesia juga perlu belajar dari beberapa negara yang beberapa perusahaan BUMN-nya dipimpin oleh orang asing.

Ia mencontohkan hal tersebut sudah biasa di Oman, Bahrain, dan Dubai. Luhut menilai Indonesia perlu berkaca pada negara-negara tersebut.

“Pesawat Emirates CEO-nya orang Inggris tuh. Tidak ada ribut, berarti orang Arab tidak nasionalis. Karena ditata sama dia ternyata lebih bagus. Ternyata jadi world class,” imbuh Luhut.

Pendiri PT Toba Bara Tbk ini menuturkan hal yang sama juga terjadi pada PSSI yang seringkali memilih pelatih dari luar negeri. Hal ini dilakukan karena ilmu sepak bola yang dimiliki pelatih luar negeri tentunya lebih baik jika dibandingkan dengan orang asli Indonesia.

“PSSI semua enggak ada yang ribut tuh. Malah bilang, carilah pelatih yang paling terkenal dari Eropa,” imbuh dia.

Loading...

Sebelumnya, Jokowi menyatakan keinginannya untuk menempatkan tiga hingga empat orang asing sebagai pemimpin di perusahaan BUMN untuk kemajuan perusahaan BUMN itu sendiri.

Dengan dinahkodai oleh orang asing, tentunya semangat yang dimiliki juga beda. Hal ini akan berimbas pada peningkatan kompetisi antar BUMN dan otomatis memajukan BUMN itu sendiri.

Menurut Jokowi, orang asing terutama dari Eropa memiliki ilmu bisnis yang lebih baik dan modern. Hal ini terbukti dari keberhasilan beberapa perusahaan BUMN di Dubai yang kebanyakan dipimpin oleh warga asal Eropa.

Luhut mengatakan, masyarakat Indonesia harusnya bisa menahan emosi, dan tidak terlalu cepat marah. Ia mencontohkan, negara-negara lain seperti Dubai dan Bahrain telah melakukan langkah tersebut.

“Ya mbok mikirnya jangan cepat-cepat marah. Kita kan bisa bikin itu sebagai testing, contoh Dubai Bahrain segala macam itu, mereka kan pakai bule semua itu. Lalu,pesawat terbang Emirates, CEO nya orang Inggris tuh. Berarti (disimpulkan) arab itu enggak nasionalis tuh. Ya enggak?” kata Luhut.

Luhut mengatakan, ketika Emirates dipimpin oleh CEO asing, justru maskapai tersebut bisa lebih bersaing dengan maskapai internasional lainnya seperti Singapore Airlines (SQ).


loading...
Loading...