Djarot: Tak Mungkin Kita Merelokasi Bila Rusun Belum Siap

Djarot: Tak Mungkin Kita Merelokasi Bila Rusun Belum Siap

 

Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat merasa bingung dengan pernyataan kandidat lain yang bersaing di Pilgub DKI 2017 soal penggusuran. Menurut Djarot tidak mungkin bisa menata kota Jakarta tanpa memindahkan warga yang berada di bantaran sungai.

“Bagaimana kita menata bantaran sungai, kolong-kolong jembatan tanpa harus memindahkan mereka, gimana caranya. Saya pikir ya, kita memberikan rusun itu sebagai solusi. Makanya saya sampaikan bahwa Ahok-Djarot tidak pernah menggusur hanya memindahkan, relokasi,” kata Djarot seusai blusukan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (14/1/2017).

Menurut Djarot, dirinya dan Ahok tidak mungkin merelokasi tanpa menyediakan rusun yang layak huni. Dia ingin warga DKI tidak ada lagi yang hidup di bantaran sungai. Mantan Wali Kota Blitar tersebut ingin memberikan pelayanan terbaik bagi semua warga DKI.

“Sebelum ada rusun yang layak untuk warga, kami tidak akan menertibkan dan menormalisasi kawasan itu (sungai). Setelah rusun ada, baru kira normalisasi. Jadi kami memindahkan dari kehidupan yang tidak layak menjadi lebih layak, termasuk kita berikan subsidi pendidikan, kesehatan, transportasi kita tanggung,” papar Djarot.

Loading...

“Anak-anaknya juga lebih sehat, daripada tiap saat mereka terancam banjir terus menerus,” lanjutnya.

Djarot juga menyindir soal ‘rumah apung’ yang pernah diutarakan oleh cagub Agus Harimurti Yudhoyono. Ke depan, Djarot merencanakan akan membuat rusun di tempat-tempat yang terintegrasi dengan pusat ekonomi.

“Mau apa, mau bikin ‘rumah apung’ kan nggak mungkin. Apa mau dinaikkan Jakarta jadi ‘kota apung’, kan nggak mungkin. Makanya harus digeser harus dipindahkan,” ujarnyam

“Tahun ini Pasar Rumput semoga bisa selesai. Nanti itu bawah pasar atasnya rusun semi apartemen. Juga memanfaatkan terminal bus yang ada. Contoh, (terminal) Pulo Gebang, atas nanti kita bangun rusun. Ini lebih manusiawai daripada mereka kebanjiran terus,” tutupnya.


loading...
Loading...